Kenangan Terbaik - Medali Emas di Tapanuli Raya | Kejuaraan Tahun 2016


CeritaKu kali ini merupakan pengalaman terbaik sepanjang hidup saya. Dimana saya merasakan berbagai suka maupun duka. Banyak pengalaman-pengalaman baru yang saya dapatkan saat di Tapanuli Raya.

Dua bulan sebelum pertandingan tiba, saya mulai berlatih untuk persiapan pertandingan. Berbagai latihan saya jalani. Tentunya latihan yang paling sering dilatih yaitu fisik. Kenapa fisik? Karena, jika fisik kita sudah kuat maka nantinya disaat pertandingan pun kita mampu menjalaninya. Saya juga dilatih berbagai gerakan untuk pertandingan. Saya sempat ingin mundur karena latihan yang sangat berat, tetapi saya tetap semangat dan berjuang untuk membanggakan orang tua saya. Mungkin saat itu fisik saya lemah, tetapi dengan latihan yang cukup, tentunya fisik saya semakin hari semakin kuat.

Namun, pada satu hari yang tidak saya duga. Setelah pulang dari latihan karate. Orangtua saya kecelakaan yang mengakibatkan tangan bapak saya patah. Saya tidak tahu lagi apa yang harus saya buat. Saat itu juga semangat saya berkurang karena kejadian tersebut. Bingung dan bingung, itulah yang saya pikirkan saat itu.

Tak cukup disitu, disaat itu juga saya terhalang dengan dana yang tidak mencukupi. Untuk mengikuti pertandingan tersebut, saya juga memerlukan dana yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan saya. Mulai dari biaya pendaftaran dan lain sebagainya. Saya hanya bisa berdoa setiap malam kepada Tuhan agar bisa mendapatkan uang untuk mengikuti pertandingan di Tapanuli dan bisa meraih medali emas. 

Disinilah saya merasakan kuasa Tuhan hadir. Tuhan membukakan jalan bagi saya, agar bisa mengikuti pertandingan tersebut. Pihak sekolah saya memberikan bantuan dana kepada saya untuk mengikuti pertandingan. Namun, dana yang diberikan masih belum cukup. Akhirnya ada seseorang yang memberikan uangnya kepada saya agar bisa ikut. Yaitu inang(oppung) atau nenek saya sendiri. Beliau memberikan uang yang ia miliki untuk membantu saya. Uang yang beliau berikan juga tidak sedikit. Beliau dengan senang hati memberikan uang tersebut kepada saya agar dapat pergi ke Taput mengikuti pertandingan karate.

Saya sangat senang dan bersyukur sekali. Karena Tuhan memberikan jalan kepada saya. Walaupun saat itu, saya sedang berduka dan tidak memiliki uang.

Hari pertandingan pun tiba. Saya dan rombongan karateka siantar-simalungun lainnya pergi ke Taput pada pagi hari menggunakan bus. Di perjalanan banyak tempat-tempat yang unik dan belum pernah saya lihat sebelumnya. Seperti batuu gantung yang ada di parapat, yahh walaupun saya tidak bisa melihat secara langsung. Jalanan yang dilalui sangat jauh dan berkelok-kelok. Di dalam bus tersebut saya juga tidak merasakan pusing ataupun mual.

Setelah melewati perjalanan yang sangat panjang, kami pun tiba di Tapanuli Utara tepatnya di Taruttung. Saya melihat salib kasih yang ada di tempat tersebut dari kejauhan. Lalu kami berhenti di gedung nasional Taruttung yang dimana akan menjadi tempat pertandingan keesokan harinya. Setelah dari tempat tersebut, kami pun pergi mencari tempat menginap di sekitar Taruttung. Akhirnya kami semua menginap di sebuah hotel. Di hotel ini saya juga mendapatkan pengalaman baru yaitu mandi dengan air panas, yang dimana air panas ini berasal dari air belerang di belakang hotel tersebut. 

Pada malam hari, kami semua ditentukan kamarnya dan pada saat itu saya sudah merasa lapar. Tetapi makan malam tak kunjung tiba. Hingga pada jam 9 malam, makanan untuk kami telah dibeli. Kami semua disuruh untuk keluar dan makan bersama. Kebersamaan inilah yang paling berkesan bagi saya, karena disaat inilah kami semua tertawa bersama, bercanda bersama dan lain sebagainya. Namun, pada saat itu saya mulai sakit demam, batuk pilek. Karena perjalanan sebelumnya yang sangat lama.

Keesekon harinya, saya mulai membaik dan bersemangat. Kami semua bangun pada jam 5 pagi dan mulai pemanasan untuk persiapan pertandingan. Ya, seperti biasa kami semua mandi dan bersiap-siap untuk bertanding melawan para karateka lainnya. Untuk jadwal pertandingannya hanya berlangsung selama dua hari. Mulai pagi sampai tengah malam.

Kami pun berangkat dari hotel kami sebelumnya ke Gedung Nasional Taruttung. Matras juga telah disediakan disana yang nantinya matras tersebut tempat kami bertanding. Disana saya melihat banyak karateka dari berbagai daerah yang datang untuk bertanding. 

Hari ini merupakan hari pembukaan pertandingan karate. Semuanya berlangsung dengan sangat bagus. Berbagai instruksi diberikan kepada semua karateka yang hadir. Sangat seru dan sangat bangga, itulah yang saya alami saat itu.

Satu persatu para karateka maju untuk bertanding. Wah, pada saat itu sangat seru sekali melihat orang-orang bertanding. Tetapi disitu saya juga merasakan deg-degan, karena sebentar lagi nama saya akan dipanggil dan akan bertanding. 

Contoh Pertandingan Karate

Pada saat itu, nama saya tiba-tiba dipanggil. Saya langsung bersiap-siap untuk pertandingan itu, memakai lengkap semua pelindung. Namun, pada saat nama saya dipanggil, saya tidak merasakan takut ataupun mental saya turun. Melainkan saya semakin berani untuk bertanding.

Saya lupa berasal dari mana lawan yang pertama kali saya lawan. Babak pertama yang saya lawan cukup menarik dan berlangsung lumayan lama. Tak lama kemudian, akhirnya saya memenangkan babak yang pertama. Saya  sangat senang karena bisa memenangkan pertandingannya walaupun masih babak pertama. Saya pun bersiap-siap untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. Lumayan deg-degan memang, tapi itu harus dilawan.

Babak demi babak lawan demi lawan sudah saya kalahkan dan kini tibalah babak final. Saya semakin gugup dan berpikir apakah saya akan bisa menang atau tidak. Kalaupun saya kalah pada babak final ini, saya masih bisa membawa medali perak sebagai juara dua. 

Namun ajaibnya, pada saat saya bertanding dengan lawan yang terakhir. Saya menang di babak final dan membawa medali emas sebagai juara 1. Wahhh sungguh luar biasa saya mendapatkan juara satu. Pada saat itu juga, tidak ada orangtua yang menyemangati saya dikarenakan tempat yang sangat jauh dan juga tidak memiliki uang untuk kesana. 

Walaupun sebelum pertandingan saya sudah tidak tahu apakah saya akan bisa berangkat mengikuti pertandingan atau tidak. Namun, Tuhan membantu saya, tidak hanya membantu dalam keuangan saya yang kurang, tetapi juga membantu saya untuk memenangkan pertandingan sebagai juara satu. Pada hari itu, medali untuk para pemenang belum diberikan. Karena pertandingan belum selesai, masih banyak teman-teman saya dan karateka lainnya yang belum bertanding.

Pada hari kedua, saya sudah sangat lega. Karena, saya hanya tinggal menunggu penyerahan medali. Tidak lagi berusaha melawan para karateka lainnya. Saya hanya tinggal duduk dan melihat para karateka bertanding dan berusaha mendapatkan juara satu. Setelah seluruh pertandingan selesai, tibalah pada sore hari untuk penyerahan medali. Inilah yang sangat saya tunggu-tunggu.

Pada saat saya diberikan medali, disitulah saya merasakan suka dan duka. Saya sangat senang karena dapat memenangkan pertandingan, namun saya juga merasakan kesedihan karena orangtua saya tidak dapat melihat saya berdiri di sini sebagai pemenang. Kemenangan ini tidak luput dari kerja keras saya sebelumnya, yang selalu berlatih dan tidak luput dari kuasa Tuhan. 

Tidak hanya itu saja, tim karate kami terpilih menjadi juara umum pertama di pertandingan ini. Kami semua sangat bangga akan hal itu dan tidak akan kami lupakan. Mantap jiwa, juara di tempat orang

Setelah dari tempat pertandingan itu, saya dan teman-teman pergi ke pemandian air soda di tempat itu. Ya pemandian air soda. Kalau kamu belum pernah dengar dengan pemandian air soda, kamu bisa membacanya disini. Saya sangat beruntung dapat berkunjung ke tempat pemandian air soda tersebut. Karena, nyatanya tempat seperti ini hanya ada dua di dunia dan salah satunya ada di Taruttung. 

Walaupun ada pengalaman yang buruk dan kurang menyenangkan yang saya alami di tempat itu, tapi tidak perlulah saya jelaskan. Setelah asik mandi ditempat itu, kami semua memesan makanan untuk persiapan pulang. Di perjalanan pulang saya sudah sangat sangat gembira karena akan menunjukkan medali emas yang saya peroleh, kepada orangtua dan nenek saya. 

Kami semua pun masuk ke bus untuk kembali pulang. Di dalam bus saya dan teman-teman saling bercerita tentang pertandingan berikutnya. Setelah berjam-jam di dalam bus, kami akhirnya sampai ke tempat asal kami. Kami semua pulang ke rumah masing-masing. Di dalam perjalanan saya ke rumah, saya sudah bersiap-siap untuk menunjukkan medali saya. Belum juga sampai di rumah, saya masih berada di simpang rumah saya sudah disambut oleh kedua orang tua saya. Saya sangat bangga dan bangga. Karena sudah bisa membawa pulang medali emas ini.

Beberapa hari setelah pertandingan selesai. Saya dan teman-teman karateka lainnya diundang ke acara Nusantara Bersatu. Di acara ini membahas tentang persaudaraan dan persatuan Indonesia, agar kita semua rakyat Indonesia bersatu dan tidak saling membedakan. Setelah selesai acara, kami semua diajak untuk berfoto bersama. Sungguh menyenangkan bisa berfoto dengan pejabat negara dan bisa dilihat banyak orang. Setelah acara selesai, yaudah kami langsung pulang. Heheh

Ehh, saya hampir lupa satu lagi. Berikut daftar pemenang dari tim simalungun yang telah mendapatkan juara satu umum:

Juara satu(1)

  • Sakila br Purba kelas (-25 kg)
  • Farel (-30 kg)
  • Andreas Purba(-35 kg)
  • Ropitta (-35 kg putri)
  • Nauli (+35 kg putri)
  • Boris Damanik (-45 kg)
  • Johan Simanjuntak (+45 kg)
  • Indra (-57kg)
  • Carlos Sipakkar (-61 kg)
  • Roi Tama Manik (-68 kg)
  • Mhd Alwi Hasibuan (+68kg).

Juara dua(2)

  • Jonatan Sipayung (-35 kg) 
  • Timotius Munthe (+45kg)
  • Mhd Raihan (-52 kg)
  • Putri Celly (+35kg)
  • Desi Andreani Sitopu (-53kg)

Juara tiga(3)

  • Mulani (-35kg) Dewani Purba (-47 kg)
  • Willy (-55kg)
  • Putri Kristina (-48 kg)

KATA

  • Juara 1 KATA Tubeski Sirait 
  • Juara 3 KATA Carlos Sipakkar
Kamu juga bisa melihatnya di link berikut.
*****

Intinya, mendapatkan medali emas itu sangatlah sulit. Banyak yang harus kita persiapkan dan dikorbankan. Misalnya, sebelum pertandingan kita harus menyiapkan fisik kita agar nantinya dapat bertanding secara maksimal. Kita juga harus mengorbankan waktu, tenaga dan dana agar sukses nantinya. Saya juga bersyukur kepada Tuhan, karena telah memberikan jalan bagi saya untuk pergi mengikuti pertandingan. Teruntuk inang saya, terima kasih. Karena berkat inang saya bisa mengikuti pertandingan ini. Ini merupakan hadiah terbesar yang inang berikan kepada saya. Walaupun saat ini, inang sudah tenang di surga. Terima Kasih inang, terima kasih.

Inang = Oppung atau Nenek

Terima kasih semuanya.

You may like these posts